Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meminta agar guru dan
kepala sekolah tidak mengatakan anak bodoh, jika ada anak yang tidak pandai
atau tidak memiliki kemampuan lebih pada pelajaran sains. Sebab anak yang tidak
memiliki bakat dan potensi bidang sains tentu memiliki bakat di bidang lain,
seperti sastra dan seni. Karena itu, bakat tadi harus dikembangkan.
“ Saya sudah sampaikan
kepada para guru dan kepala sekolah untuk tidak mengatakan anak bodoh, jika dia
tidak memiliki potensi dibidang sains. Sebab, dia tentu memiliki potensi di
bidang lain,” kata Anies pada acara penganugerahan Juara Lomba Akademi Remaja
Kreatif Indonesia (AKRI), di gedung Kemdikbud, Jumat, (11/12).
Dia mengaskan, guru dan
kepala sekolah harus mendorong jika anak memiliki bakat tersebut, untuk terus
memperbanyak tulisan. Sebab, akan membuat ikatan bangsa kita semakin lebih baik
dan menambah stok penulis dan sastrawan Indonesia.
“Kita memiliki anak-anak
berprestasi di bidang seni dan sastra. Jika mereka terus menulis, maka saya
yakin kita tidak akan kekurangan sastrawan.,” tutur dia.
Pendiri gerakan Indonesia
Mengajar ini menuturkan, jika anak terus menghasilkan karya sastra terbaik
tentu dapat meningkatkan ikatan cinta Tanah Air. Ketika anak dapat mencipta,
tentu ia telah melewati tahap mensintensis dan menelaah bacaan sehingga tumbuh
jiwa menghargai.
“Sudah bisa mencipta
pasti membaca dan saya melihat level partisipasi anak-anak merupakan suatu yang
membanggakan bagi Indonesia. Adalah tugas pemerintah untuk menfasilitasi,” kata
alumnus Univeristas Gadjah Mada ini.
Ke depannya Anies
berharap Kemdikbud dapat meningkatkan kemampuan siswa agar berkembang lebih
baik. Para siswa pun harus terus mengasah kemampuan dengan mengirim tulisan ke
surat kabar karena media memiliki ruang untuk tetap berkembang.

0 komentar